Halaman

Minggu, 01 Januari 2012

PDB 10 KEBIJAKAN SDM

Andrik Arifin 10390100015


Kebijakan SDM


Definisi 
Rekrutmen
- Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau
   kandidat pegawai, karyawan, buruh,
   manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan
   sdm oraganisasi atau perusahaan.
   yang sesuai dengan kemampuan dan rencana kebutuhan
   dalam organisasi.

Seleksi
- Seleksi adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang
  tepat dari sekian banyak
  kandidat atau calon yang ada dan sesuai dengan kriteria yang
  di inginkan organisasi.


 Jenis rekrutmen :
- Rekrutmen internal 
   proses untuk mendapatkan tenaga kerja atau sdm yang
   dibutuhkan dengan memmanfatkan tenaga
   kerja yang sudah ada.
- Rekrutmen eksternal
  proses untuk mendapatkan tenaga kerja dengan cara
  outsourcing.

Adapun keuntungan dan kerian ugdari rekrutmen secara internal

Keuntungan
- biaya yang dikeluarkan organisasi murah
- tidak perlu seleksi seperti rekrutmen eksternal
- pengembangan karir jelas
- pekerja telah memahami secara baik kebijakan,prosedur, ketentuan dan kebiasaan organisasi.

Kerugian
- tidak selalu memberikan perspektif baru
- pekerja yang dipromosikan akrab dengan bawahanya
  sehingga sulit menjalankan kewenagan dan
  kekuasaannya.


Keunggulan dan kelemahan Rekrumetmen Eksternal

Keunggulan
- memiliki gagasan dan pendekatan baru
- bekerja mulai dengan lembaran bersih dan memperhatikan
  spessifikasi pengalaman
- tigkat pengetahuan dan keahlian tidak tersedia dalam
  perusahaan sekarang

Kelemahan
- moral dan komitmen karyawan rendah
- periode penyesuaian yang relatif lama.


Training and Development, sebagai bagian strategi untuk mendukung pengembangan SDM

Pada strategi bisnis perusahaan, secara kompehensip juga memuat strategi pengembangan SDM. Salah satu strategi di bidang pengembangan SDM adalah dengan melakukan Training & Development, bahkan bagi perusahaan yang sudah cukup besar, sebaiknya memiliki bagian T&D tersendiri, yang “in line” dengan strategi pengembangan Sumber Daya manusia, yang bertujuan untuk memperbaiki efektifitas kerja untuk mencapai hasil-hasil kerja yang telah ditetapkan.

Program pengembangan

Program pengembangan dituangkan dalam formulir IDP (Individual Development Plan). IDP ini diperoleh dari hasil assessment center, bahwa seorang kandidat memerlukan pengembangan dibidang apa saja. Dalam aktivitas pengembangan, atasan kandidat berperan aktif dalam merencanakan, mengarahkan, memonitor, dan melaksanakan pengembangan dan memberikan motivasi pada kandidat.

Evaluasi pengembangan dilakukan oleh atasan kandidat pada waktu yang telah disepakati dalam IDP, dan mengikuti petunjuk yang telah disediakan dalam Rencana Aktivitas Pengembangan. Apabila dari hasil evaluasi, kandidat belum memenuhi standar pencapaian yang ditetapkan, kandidat diminta untuk melakukan aktivitas remedial.


Aktivitas pengembangan

Aktivitas pengembangan sebaiknya dituangkan dalam rencana aktivitas, serta dimonitor pelaksanaannya. Contoh aktivitas pengembangan, sebagaimana penjelasan Said Haryadi, pada suatu perusahaan, dapat dilihat pada contoh berikut:

  1. Couching and Counseling. Diberikan oleh atasan langsung secara berkesinambungan, terencana dan disusun sedemikian rupa sehingga meningkatkan ketrampilan yang berkaitan dengan tanggung jawab pegawai yang bersangkutan.
  2. On the job training. Pelatihan terstruktur yang tujuan pembelajarannya dicapai dalam lingkungan kerja, dan menjalankan tugas-tugas pekerjaan
  3. Job enrichment. Pemberian tanggung jawab tambahan, melakukan tugas dari tingkat yang lebih tinggi. Pada umumnya berantai, manajer menerima sebagian tanggung jawab atasannya, yang melimpahkan beberapa tanggung jawab kepada bawahan.
  4. Penugasan (assignment). Pegawai diberikan tugas untuk mendapatkan kemampuan tertentu secara mendalam, yang penting bagi pegawai maupun perusahaan.
  5. Penugasan sebagai anggota tim. Pegawai akan mengembangkan ketrampilan bekerja sama dan belajar dari kemampuan yang diterapkan anggota lain dari tim
  6. Menggantikan petugas lain secara temporer. Dengan menggantikan pegawai lain yang menjalani cuti atau sebab lain, seorang pegawai dapat mengembangkan kemampuannya dalam perusahaan, dalam fungsi yang berbeda. Penugasan ini juga berguna untuk menguji dan menerapkan kemampuan pegawai dalam situasi dan kondisi yang berbeda, berisiko rendah, dalam jangka waktu pendek, akan membantu mengembangkan fleksibilitas pegawai.
  7. Promosi temporer. Dilakukan dengan cara menunjuk pegawai secara temporer untuk memegang posisi yang lowong karena pejabat permanen sakit atau sebab lain.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar